5.2.08

SUTRADARA

1. ETIMOLOGI
Istilah ”Sutradara” berdasarkan etimologi, berasal dari kata :
Sutra : a. Iktisar Kitab Weda Samtika
b. Naskah
Dhara : pendukung pembawa
Jadi, arti sempit : Pembawa nashah
Arti Luas : Koordinator pelaksana tugas-tugas teater / drama
Tugas sempit : menyiapkan aktor
Tugas luas : mengkoordinasi tugas orang-orang teater / drama


2. PERANAN SUTRADARA DALAM TEATER DAN PEMENTASAN
Peran sutradara dalam teater dan pementasan adalah :
• Koordinator,
• Organisasi,
• Konseptor,
• Motor, dan
• Guru (dalam arti ’mengajar’ para anggota teater)

a. Memilih dan menentukan naskah (bila hal ini tidak ditentukan oleh produser atau sponsor).

b. Mempelajari naskah (meliputi latar belakang budaya naskah dan peninjauan tema).
Peninjauan naskah meliputi :
i. Tema
ii. Segi sastranya
iii. Segi teaternya

c. Memilih pemain (aktor / aktris), disebut : casting (bila hal ini tidak dilakukan sendiri oleh produsen).
Misalnya mengenai jumlah pemain yang diperlukan, memilih peran yang cocok (berdasarkan pertimbangan tubuh, suara, karakterisasi, dan sebagainya).

d. Menetapkan hari-hari berlatih. (meliputi : membaca naskah, akting, dan blocking)
e. Mengadakan kerjasama dengan ”stage manager” (Pemimpin pementasan, koordinator persiapan orang-orang teater), ”designer” (Pemimpin/penanggungjawab aspek-aspek visual, seperti letting, setting, dll) serta para ”aktordan aktris”, untuk menentukan corak atau warna drama serta pentas.

3. SUTRADARA HARUS AKTIF DAN KREATIF
Sutradara yang hanya ”derdiam diri” saja berarti :
a. Ia ingin memberikan kesempatan kepada aktor / aktris untuk bereaksi sendiri.
b. Ia amat menghormati aktor / aktrisnya.
c. Ia tidak mempunyai konsep, atau
d. Ia tidak mampu memberikan contoh bagi para aktor / aktrisnya.

4. TIPE-TIPE SUTRADARA
a. Tipe Diktaktor : Semua harus mengikuti kemauannya. Dia sendiri memberikan contoh-contoh sampai sekecil-kecilnya. Aktor / aktris tinggal ”membeo” saja.

b. Tipe Gas Bag : Menerangkan sampai hal sekecil-kecilnya, mengenai latar belakang budaya dan sastra dari drama, tanpa menyinggung naskah drama itu sendiri.

c. Tipe Pendidik : Bersikap ”Tut Wuri Handayani”, hanya memberi prtunjuk bila dianggap perlu.

d. Tipe Among : Mengasuh dengan sikap kebapakan.

e. Tipe gabungan dari berbagai sikap

5. JENIS TEATER
(Ditinjau berdasarkan ”Peranan Sutradara” di dalam teater).
a. Teater Sutradara : Bila dalam teater, sutradara bertindak sebagai : koordinator, organisator, motor, guru, bahkan diktator.
b. Teater Produser : Bila produser yang memegang kekuasaan utama
c. Teater Designer : Bila designer yang memegang kekuasaan utama
d. Teater Aktor : Bila aktor / aktir yang memegang kekuasaan utama
e. Teater Penulis : Bila penulis yang memegang kekuasaan utama

Catatan :
Dalam teater-teater (b,c,d,e) peran sutradara menyempit, yakni hanya menyiapkan (melatih) para pemain saja.

f. Teater Amatir : Biasanya sutradara mengerjakan segalanya, (banyak berlaku di Indonesia terutama dikalangan mahasiswa di perguruan tinggi. Lihat namanya : Teater PROSES, Teater Hmapa, Teater Pelangi, Teater Institut Surabaya, dll).

2 komentar:

ima mengatakan...

terikasih paparannya bermanfaat sekali :)

Gita Ardeny mengatakan...

Info yang sangat bermanfaat.
Terimakasih :)